Perbedaan Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini

Edukasi tentang sistem reproduksi di Indonesia masih sangat kurang. Jadi tidak heran jika banyak yang tidak mengetahui apa perbedaan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Bahkan beberapa orang menilai jika keduanya merupakan masalah kesehatan yang sama.

Istilah disfungsi ereksi maupun ejakulasi dini memberikan dampak yang besar terhadap kaum adam. Mereka lebih suka untuk tidak membicarakannya secara terbuka karena sifatnya yang tabu dan super sensitif.

Padahal dengan memahami definisi dari disfungsi ereksi maupun ejakulasi dini akan memberikan tambahan pengetahuan terhadap semua orang. Karena selama ini masih banyak orang yang meyakini jika keduanya adalah jenis gangguan yang sama.

Definisi disfungsi ereksi dan ejakulasi dini

  • Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan pria gagal ereksi. Istilah ini sering kali dihubung-hubungkan dengan istilah impotensi padahal keduanya jelas-jelas berbeda.

Seorang pria dikatakan mengalami disfungsi ereksi ketika penisnya tidak mampu ereksi. Dalam beberapa kasus, seorang pria mungkin masih bisa ereksi meskipun mengalami gangguan disfungsi ereksi tapi ereksinya tidak mampu bertahan cukup lama.

Kegagalan mempertahankan ereksi ini terkadang membuat seorang pria merasa down lalu kehilangan kepercayaan dirinya. Padahal disfungsi ereksi masih bisa diobati dengan obat-obatan herbal.

  • Ejakulasi Dini

Yang dimaksud dengan ejakulasi dini adalah istilah medis yang diberikan ketika seorang pria tidak mampu menahan keluarnya sperma ketika melakukan hubungan intim. Ejakulasi dini bisa terjadi pada siapa saja, namun itu tidak berbahaya bila hanya terjadi 1-2 kali.

Namun bila intensitasnya terus meningkat bahkan mencapai 50% maka seorang pria wajib untuk segera melakukan pengobatan. Karena selain mengurangi kepuasan pada pasangan karena gagal mendapatkan klimaks yang dahsyat. Ejakulasi dini juga mempengaruhi kepuasan pria itu sendiri.

Sesungguhnya kita memang tidak bisa mematok berapa lama durasi yang dibutuhkan bagi pasangan untuk berhubungan intim. Atau bagi pria untuk mengeluarkan sperma. Tapi berdasarkan penelitian ditemukan data baru, jika rata-rata waktu yang dibutuhkan pria untuk mengeluarkan sperma pasca penetrasi kurang lebih 5-6 menit.

Apa saja perbedaan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini?

Agar lebih memahami edukasi antara kedua gangguan sistem reproduksi pada pria di atas. Simak perbedaannya di bawah ini:

  1. Penyebab

Ada banyak detail yang membedakan antara disfungsi ereksi dengan ejakulasi dini, termasuk penyebab utamanya. Disfungsi ereksi umumnya disebabkan oleh faktor psikogenik, vaskuler dan neurogenic. Yang dimaksud dengan faktor psikonegik adalah gaya hidup.

Gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang berolahraga, suka merokok dan mengonsumsi makanan berlemak meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Sedangkan penyebab lainnya adalah adanya gangguan pada pembuluh darah dan saraf.

Sementara itu, gangguan ejakulasi dini yang terjadi pada pria lebih banyak disebabkan oleh aspek psikis. Contoh spesifiknya, mayoritas pria yang mengalami ejakulasi dini adalah remaja putra. Hormon menjadi faktor penentu yang meningkatkan rangsangan pada remaja putra yang kemudian mengakibatkan mereka mengalami ejakulasi dini.

  1. Kondisi yang Dialami

Perbedaan antara disfungsi ereksi dan ejakulasi dini bisa juga diamati dari kondisi yang dialami saat berhubungan intim. Di mana, ketika pria mengalami disfungsi ereksi penisnya tidak mampu untuk ereksi dengan baik. Sehingga saat akan penetrasi, penis tidak dapat masuk dengan baik. Dan meskipun bisa masuk ke vagina, ereksi tidak akan berlangsung dalam jangka waktu panjang sehingga sebelum ejakulasi penis sudah menjadi loyo.

Berbanding terbalik dengan ejakulasi dini di mana penis pria masih bisa ereksi dengan baik. Hanya saja saat melakukan penetrasi dan berhubungan intim mereka tidak bisa mengendalikan hormonnya sehingga mengeluarkan sperma lebih cepat.

  1. Usia

Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya ejakulasi dini paling banyak dialami oleh remaja putra. Sedangkan disfungsi ereksi lebih sering dikeluhkan oleh pria dewasa yang usianya lebih dari 40 tahun.

Bentrap mampu atasi ejakulasi dini dan disfungsi ereksi

Mengalami masalah ejakulasi dini maupun disfungsi ereksi dalam jangka waktu lama tentunya memberikan dampak buruk bagi hubungan suami istri. Maka dari itu, pria wajib untuk mengonsumsi suplemen Bentrap yang dibuat dari ekstrak khusus ginseng merah Korea.

Dengan mengonsumsi suplemen Bentrap, pria tidak perlu lagi khawatir mengalami salah satu atau kedua gangguan sistem reproduksi tersebut. Karena kandungan Bentrap dinilai ampuh untuk mengobati keduanya.

Demikianlah tentang perbedaan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Bila ingin terhindar dari kedua gangguan tersebut hiduplah dengan lebih sehat. Dan untuk mengatasinya selalu sedia Bentrap di rumah.

error: Usaha kalau nyontek!!